Anita menimang kotak perhiasan yang diberikan Fatih sebagai hadiah ulang tahunnya, tahun lalu. "Tahun ini, semoga keinginan kita terwujud ya, Yang." Anita bergelayut di pundak Fatih yang sedang terfokus pada layar monitor. "Doakan saja semoga rejekiku lancar. Kan bisa buat nambah-nambah nyicil rumah." "Tahun ini, aku nggak usah di kasih hadiah ulang tahun, deh!" ucap Anita. "Yakin?" "Iya. Lagian aku sudah bosan dengan pernak-pernik seperti ini." "Oke." "Oh, ya. Sebentar ada panggilan." Anita pergi menjauhi Fatih. Ia sampai pada depan pintu apartemen. Fatih melirik curiga, tetapi tetap melanjutkan pekerjaannya. "Siapa," tanya Fatih tanpa menoleh. "Teman," jawab Alina singkat, "aku pamit dulu, ya?" "Mau kemana?" "Ketemu teman. Lama nggak ngumpul." "Biasanya ngumpul di akhir peka

