Anita mengelus sebuah bingkai. Dipandanginya hingga beberapa saat. Semakin menatap, semakin dalam luka yang dirasakan. Perlahan mengeluarkan foto itu dari bingkainya. "Pergilah, lalu berjalan pelan-pelan tanpaku. Aku pun sudah lelah menjadi tempatmu bergantung, Alina." Anita merobek foto itu. Sebelah ia simpan di dalam dompet dan bagian yang lain ia lepaskan begitu saja hingga jatuh ke lantai. Sekilas, Anita melirik foto wanita dengan pose tersenyum itu, menampakkan barisan giginya yang putih. "Kamu juga harus mandiri kan? Tanpaku, juga tanpa Fatih. Sudah Saatnya kamu memikul bebanmu sendiri. Tidak melulu kau serahkan padaku. Aku juga capek, Al," ucapnya lirih. Walaupun tanpa isakan, tangannya mengelap pipi yang sudah basah. Ia merasa sakit, bersalah dan perasaan yang sulit untuk ia p

