Rumah Baru

1076 Kata

Dalam perjalanan pun, Fatih dan Alina masih saja berdebat. Alina yang tak berdaya dengan perintah Fatih, akhirnya mengikuti perkataan Fatih untuk berpindah dari kosan itu. "Kalau nanti rumahnya tidak membuatmu nyaman, kamu boleh mengubah semua tatanan di sana sesuatu seleramu biar kamu betah, ucap Fatih sambil menjalankan mobil. "Kenapa nggak sekalian dibuat sesuka hati Mas Fatih saja? Aku jadinya nggak perlu memilih ini dan itu. Buat apa jika ujung-ujungnya apapun pilihanku tidak dianggap." Alina menanggapi. "Aku nggak mau berdebat lagi. Capek," balas Fatih. "Aku lebih capek lagi. Hidup dibikin mainan sama kalian berdua." "Sebaiknya kamu diam mulai sekarang." "Jika aku diam dan mengalah, bukan berarti pasrah. Aku butuh jeda demi menata hati," ucap Alina. "Sudah, dong, Al. Aku hanya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN