Menerima takdir yang sudah digariskan itu seperti memaksakan memakan makanan yang tidak kita sukai, tetapi harus menikmati karena hanya dengan menerimanya, hidup akan tetap berjalan. Alina hanya ingin menjalani, tidak akan memprotes seperti yang sudah-sudah. Bila ia terus membantah, masalah akan semakin melebar, menyangkut orang lain yang tidak ada sangkut pautnya. Contohnya Rey, akan terbawa ke dalam ranah rumah tangganya. Alina bukan tidak ingin membela diri, bahkan ia sudah terang-terangan menunjukkan ketidaksesuaian tindakan Fatih dan Anita. Namun, Fatih dan Alina memiliki sudut pandang yang berbeda. Setidaknya, pemikiran ini yang ada dalam kepala Alina. "Kamu mungkin akan bahagia bersama mbak Nita, mas. Dialah wanita ideal yang cocok menjadi mendampingimu. Cantik, cekatan, mandir

