"Mas." Fatih menoleh mendengar panggilan Alina, "malam malamnya sudah siap." Alina berpaling meninggalkan Fatih yang segera menutup layar ponselnya. Alina menyiapkan menu yang berbeda. Sedikit berkreasi untuk menaikkan selera makan yang akhir-akhir turun drastis, entah karena sedang mengidam atau karena masalah yang akhir-akhir ini beruntun menghantamnya. Fatih memperhatikan menu di atas meja, ayam goreng, tahu goreng sup dan sambal. Alina memperhatikan respon Fatih pada masakannya. Ia merasa, lelaki itu tidak menyukai menu malam ini. Ia mengambil handphone yang tergeletak di atas lemari dapur dan duduk di hadapan makanan yang sudah terhidang. Alina membuka sebuah aplikasi online yang memang sudah terpasang lama di dalam handphone-nya. Fatih beralih pandang dari makanan ke handphone mi

