“Aku tidak pernah berfikir untuk memiliki anak Medeia.” Mendengar hal itu perasaan Medeia sangat hancur. “Apa kau ingin menjadi seorang ibu?” Tanya Libra lembut. “Saya... tidak tau.” Jawabnya. Libra tersenyum lalu menyentuh perut Medeia. “Tapi kurasa akan baik-baik saja jika memilikinya denganmu.” Medeia menatap Libra. Apa ia tidak salah dengar?? Tuan mudanya berbicara seperti itu. “Kau milikku... Lakukan semua yang kau inginkan.” Kata Libra. “Aku akan selalu mendukungmu. Aku akan selalu berada disisimu. Hanya satu yang ku pinta darimu,” “Apa?” “Hiduplah untukku Medeia.” Ucapnya. Jantung Medeia berdetak dengan sangat keras. Ucapan ini... Menurutnya ucapan ini lebih romantis daripada ucapan aku mencintaimu. Medeia menganguk. Ia lalu mendekati Libra dan memeluknya. Ia baha

