Haajae sedang mengintai Angga dengan seorang temannya yang bernama Park Jongin. Mereka duduk tepat dibelakang Angga agar bisa mendengarkan pembicaraan Angga dengan koleganya. Dari semua perkataan Angga yang ia ucapkan tidak ada satupun yang menyinggung soal Jeni atau Kim Hyunjung keluar dari mulut Angga. Mereka hanya membicarakan soal bisnis biasa saja. Sepertinya orang yang ditemui Angga saat ini bukanlah orang yang berasal dari bawah tanah dilihat dari tampangnya yang sangat biasa. Meskipun begitu Haajae masih setia mendengarkan pembicaraan Angga tanpa mau beranjak dari tempatnya.
◾◾
Lama Haajae menunggu, akhirnya orang yang ditunggu olehnya datang juga. Sungguh tidak sia-sia penantian Haajae hari ini. Ia melihat Jeni berjalan kearah meja Angga dengan seorang lelaki dibelakangnya. Angga tidak tahu lelaki itu siapa yang ia tahu Angga memiliki bodyguard bernama Jungshin, tapi yang ia lihat saat ini bukanlah Jungshin yang ia maksud. Masa bodoh dengan lelaki itu yang jelas saat ini ia mengetahui kebenaran Jeni yang benar-benar ada ditangan Angga, musuh Hyunjung.
"hyung, apa kau sudah selesai?" tanya Kevin saat sudah sampai didepan meja Angga dengan koleganya.
"sudah" jawab Angga "...terimakasih tn. Kang atas kerja samanya" lanjut Angga sambil mengulurkan tangannya bermaksud mengajak tn. Kang berjabat tangan.
"sama-sama, Angga-ssi...senang berbisnis denganmu juga" balas tn. Kang sambil membalas jabat tangan Angga.
"tentu.." Mereka berempat keluar restoran bersama dengan Angga dan tn. Kang yang berjalan didepan sedangkan Jeni dan Kevin berjalan dibelakang keduannya. Setelah sampai diparkiran tn. Kang berpamitan pada Angga dan barulah Angga masuk kedalam mobil diikiti Jeni dan Kevin setelahnya. Kevin langsung melajukan mobilnya kearah rumah Angga.
Kedua orang yang tadi memata-matai Angga itupun juga ikut beranjak dari restoran menuju mobil mereka berada. Sekarang mereka sudah berada didalam mobil dan mengikuti mobil Angga dari belakang.
"kau yakin untuk mengikuti mereka, hyung?" tanya Jongin, junior Haajae.
"aku yakin Jongin-ie...ikuti saja mereka" jawab Haajae sambil memperhatikan mobil Angga pergi. Jongin mulai mengkonsentrasikan tatapannya kearah mobil Angga yang ada didepannya. Ia terus mengikuti mobil itu dengan kecepatan sedang agar tak terlalu dekat dengan mobil Angga dan tidak menimbulkan kecurigaan mereka.
◾◾
Kevin menghentikan mobilnya disebuah kedai makanan dipinggir jalan dengan tiba-tiba membuat Angga menatap Kevin dengan tanda tanya.
"kenapa, Vin?" tanya Angga.
"aku dan Jeni belum makan siang, hyung….jadi kita mampir untuk makan siang disini ya" kata Kevin yang langsung turun dari dalam mobil diikuti dengan Angga dan Jeni dibelakangnya.
◾◾
Jongin menghentikan mobilnya tidak jauh dari mobil Angga yang terparkir. Keduanya melihat kearah mobil Angga yang dibuka dan menampakkan sipengendara mobil dan Angga beserta Jeni yang keluar dari dalam mobil dan masuk kedalam kedai.
"dia?" tanya Jongin sambil menunjuk gadis yang ada disamping Angga.
"iya! dia adalah Kim Jeni yang harus kita selamatkan itu" jawab Haajae.
"ini akan sulit, hyung"
"jangan mengeluh...ayo kita turun dan ikuti mereka lagi" ajak Haajae yang langsung keluar dari dalam mobil.
"kau yakin akan masuk kedai itu, hyung?" tanya Jongin lagi.
"tentu saja...ayo!" Haajae berjalan terlebih dahulu dengan diikuti Jongin dibelakangnya. Mereka kini sudah berada didalam kedai dan duduk tidak jauh dari meja Angga agar Haajae bisa mendengar pembicaraannya dan mengamati tubuh Jeni.
◾◾
Meja Angga sudah terisi penuh dengan makanan yang Kevin pesan. Mereka bertiga mulai menyantap makanan tersebut dengan kitmat.
"bagaimana jalan-jalanmu tadi?" tanya Angga pada Jeni.
"menyenangkan" jawab Jeni singkat.
"apa dia tidak berbuat ulah, Vin?" kali ini Angga bertanya kepada Kevin.
Jeni melirik Kevin sekilas karena takut jika lelaki tampan itu berkata yang sebenarnya pada Angga soal ia menyuruh Kevin untuk melakukan suatu hal yang aneh.
"tidak hyung" jawab Kevin. Jeni menghela nafas lega saat Kevin menjawab ‘tidak’ pada Angga.
◾◾
Haajae dan Jongin masih setia duduk sambil menyantap makanan mereka yang baru datang. Mereka dapat mendengar dengan jelas apa yang dibicarakan oleh ketiga orang itu. Tidak hanya itu, Haajae juga curi-curi pandang kearah Jeni dan memastikan keadaan Jeni baik-baik saja tanpa ada lecet sedikitpun ditubuh gadis manis itu.
◽
◾
◽
Taekwang yang sedari tadi hanya di villa itupun mulai merasa bosan. Ia sudah bermain dengan Seunghye dari mulai main dipantai dan ayunan yang ada ditepi pantai sampai menonton film, sudah mereka lakukan bersama. Bahkan ia sedikit banyak sudah tahu tentang seluk beluk Seunghye mulai dari yang disukainya sampai yang tidak disukai gadis cantik itu. Taekwang benar-benar mengorek informasi yang sangat dalam dari seorang Lee Seunghye. Entah kenapa ia melakukan itu, mungkin karena tidak ada bahan percakapan jadi ia menanyakan semuanya pada Seunghye. Kini Taekwang sedang tidur-tiduran disofa sambil bermain game yang ada diponselnya sedangkan Seunghye berada didapur, menyiapkan makan siang untuk mereka berdua. Seunghye berfikir makan steak disiang hari tidak ada salahnya, jadi ia memutuskan untuk memasak steak saja. Seunghye sehari ini merasa nyaman berada didekat Taekwang. Bahkan rasanya ia tidak memiliki beban sama sekali saat bermain dengan lelaki itu. Dan entah kenapa juga Seunghye tidak memikirkan Kevin sama sekali. Biasanya gadis cantik itu akan memikirkan Kevin barang sebentar saja. Seunghye tidak tahu apa yang ia rasakan saat bersama Kevin maupun dengan Taekwang. Meskipun ia hanya bertemu dua kali dengan Kevin, tapi ia tidak bisa melupakan wajah tampan milik Kevin yang sudah mencuri hatinya. Ia jadi ingat kenapa ia bisa liburan di Jeju bersama Zia dan dua bodyguardnya. Mengingat hal itu membuat Seunghye tersenyum simpul. Ternyata seberubahnya sifat Zia, gadis itu tetap peduli dengan persahabatan mereka.
◾◾
Zia sampai di villa-nya dan langsung berjalan masuk kedalam villa karena ia merasa lelah habis jalan-jalan seharian ini.
"kau sedang apa?" tanya Zia yang melihat Taekwang terdiam sambil menatap ponselnya.
"eh nona sudah kembali..." kaget Taekwang.
Zia mengabaikan perkataan Taekwang dan berjalan kearah dapur. Sampainya didapur, Zia melihat Seunghye yang sedang memanggang daging.
"kau masak apa, Seung-ie? " tanya Zia membuat Seunghye berjengit kaget.
"eh kau sudah pulang...aku masak steak" jawab Seunghye.
"bagus..aku lapar"
"bukannya kau makan diluar?"
"sok tahu! berikan satu piring untukku" perintah Zia sambil merebut satu piring steak yang disiapkan Seunghye.
"tapi-"
"biar aku memakannya... " Zia berjalan kearah meja makan dan duduk disana. Taekwang yang melihat Zia merebut steak dari tangan Seunghye itupun hanya bisa pasrah. Taekwang tidak berani protes kepada Zia karena ia tahu itu akan lebih berbahanya untuknya. Ya! Kalian tahulah Zia itu seperti apa. Taekwang berjalan santai menuju dapur untuk membuat ramen cup yang ada dilemari penyimpanan makanan. Lebih baik ia membuat makanan sendiri dari pada harus berurusan dengan Zia. Seunghye-pun sama pasrahnya dengan Taekwang, ia ikhlas memberikan steak yang harusnya untuk Taekwang itu direbut oleh Zia.
◽
◾
◽
Korea, 08.45 KST.
Zia masih bergelung didalam selimut setelah tadi malam sampai di rumahnya. Ya! Tadi malam Zia, Seunghye, Taekwang dan Haajae baru saja pulang dari pulau Jeju karena sudah satu minggu mereka berada disana. Zia sangat lelah dan ia ingin bermalas-malasan di rumah dengan tidur sepanjang hari. Berbeda dengan Taekwang dan Haajaae yang sudah bangun dari tidur lelahnya dan sekarang berada diruang kerja Hyunjung bersama sipemilik ruangan.
"jadi bagaimana?" tanya Hyunjung.
"dugaan saya benar tuan, nona Jeni ada ditangan Angga, anak musuh anda" jelas Taeyang.
"apa Jeni baik-baik saja?"
"iya tuan....nona Jeni terlihat baik dan saya tidak menemukan bekar luka atau apapun ditubuhnya"
"aku mengandalkanmu, Jae”
”baik tuan”
“kalau kau, Tae...bagaimana dengan Zia?" kali ini Hyunjung beralih ke Taekwang dan menanyakan soal Zia.
"maaf tuan dua kali saya tidak menjaga nona Zia karena keinginannya sendiri dan saya lihat dia baik-baik saja setelah keluar sendirian, tuan" jelas Taekwang sedikit takut.
"anak itu masih saja...lalu apa ada perubahan tentang sifatnya?"
"satu hari sebelum kembali kesini Zia nona beberapa kali tertangkap oleh penglihatan saya sedang tersenyum, tuan"
"benarkah?"
"ne tuan dan saya tidak tahu tentang penyebabnya"
"tak masalah itu adalah awal yang bagus untuknya…."
"maaf tuan saya tadi mendapat informasi dari Jongin jika malam ini Angga akan mengajak nona Jeni kepesta Kwon Wooyoung" kata Jongin setelah Hyunjung menyelesaikan perkataannya.
"benarkah?”
“iya tuan”
“aku tidak yakin bisa merebut anakku dipesta itu"
"saya pikir juga begitu tuan" jawab Jongin.
"baiklah...terimakasih untuk informasi yang kalian berikan dan kalian boleh pergi"
"baik tuan kami permisi" jawab keduanya sambil melenggang pergi dari ruangan tersebut.
◽
◾
◽
Zia menggeliat dalam tidurnya. Ia benar-benar betah tidur lama seperti saat ini. Pasalnya jam sudah menunjukkan pukul 16.30 KST, tapi Zia belum juga bangun sama sekali.
Tok tok tok
Pintu kamar Zia diketuk oleh seseorang membuat gadis mungil itu mau tak mau membuka matanya.
"SAYANG CEPAT BANGUN....KITA HARUS PERGI KEPESTA PAMAN KWON" teriak Hana setelah mengetuk pintu kamar anaknya. Jinhwan menghela nafas mendengar teriakan ibunya dan mau tak mau ia bangun dari tidurnya. Zia beranjak dari kasur dan berjalan kepintu kamarnya untuk membuka pintu tersebut.
“ne eomma, aku sudah bangun” kata Zia ketika berada didepan ibunya.
“cepat mandi dan bersiap-siap, ok” Hana berkata sambil mengusak rambut anaknya lembut. Setelah kepergian Hana, Zia kembali menutup pintu dan memutuskan untuk berendam air hangat.
Setengah jam Zia berendam, akhirnya gadis mungil itu keluar dari kamar mandi dengan memakai baju mandi. Ia membuka lemari gaunnya dan memilih gaun yang sekiranya cocok dengan mood-nya hari ini. Ia memilih Flounce dress selutut yang berwarna baby blues. Selesai memakai gaun itu, Zia mematut dirinya sebentar dicermin sambil memilih hiasan rambut yang akan ia kenakan. Tak lupa seteah semua selesai Zia memilih sepatu yang ada dilemari sepatu. Ia memilih high heels berwana senada dengan gaunnya yang dihias pita warna pink diujung sepatunya. Setelah semuanya selesai, ia keluar dari kamar menuju lantai bawah dimana kedua orang tuanya sudah menunggu bersama Taekwang.
"wah lihat anak eomma manis sekali" puji Hana.
"terimakasih" balas Zia dengan sedikit senyuman.
"ya sudah ayo kita berangkat" ajak Hyunjung yang langsung menggandeng tangan Hana dan membiarkan Zia dan Taekwang mengikuti dibelakang.
◽
◾
◽
Angga berjalan kearah kamar Jeni dan masuk begitu saja kedalam kamar tersebut tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. Toh ini rumahnya jadi ia bebas melakukan apapun didalam rumahnya sendiri. Jeni yang ada didalam kamar itupun terkejut dengan kedatangan Angga secara tiba-tiba. Pasalnya ia baru saja bangun dari tidurnya dan sudah dikagetkan oleh Angga. Saat ini mereka sudah berada di Korea karena Angga memutuskan untuk pulang saat pagi menjelang dan disetujui oleh Kevin. Jadilah Jeni tidur sampai sekarang karena kemarin ia tidak bisa tidur sampai Angga mengajaknya pulang.
"bersiap-siaplah kita akan pergi kepesta temanku" kata Angga. Jeni hanya mendengarkan perkataan Angga tanpa menjawabnya. Dia hanya memandang Angga dengan tatapan lembutnya. Angga yang sebenarnya tidak butuh jawaban dari Jeni itupun langsung melenggang pergi dari kamar tersebut.
"hah aku merindukanmu lagi saeng" gumam Jeni. Entah kenapa ia merasa merindukan adiknya saat ini padahal baru sehari kemarin ia tidak bertemu dengan adiknya. Jeni merasa sangat lelah dengan semua yang terjadi padanya. Ia rindu wajah orang tuanya dan rindu omelan ibunya saat ia menggoda adiknya dan tentu ia juga merindukan adik bawelnya itu. Sedikit senyuman Jeni sunggingkan saat mengingat kenangannya bersama keluarganya dulu sebelum kejadian ia diculik dan dibawa ke rumah ini. Kemudian ia beranjak dari kasurnya dan pergi kekamar mandi.
◾◾
Beda Jeni beda lagi Kevin, Lelaki itu sedang berbaring dikasur king size miliknya dengan menatap layar ponsel yang menampilkan sebuah beranda instageam milik Kim Zia. Setelah kejadian dimana Kevin membuat gadis mungil itu tertawa, Kevin lebih sering mencari informasi tentang Zia secara diam-diam. Bahkan ia sudah sedikit tahu tentang kebiasaan gadis itu. Ia juga tahu sifat Zia yang disebabkan oleh kehilangan kakaknya yaitu Kim Jeni. Jangan tanya Kevin dapat informasi dari mana karena lelaki tampan itu memiliki mata-mata di rumah Kim Hyunjung atas perintah Angga. Rasanya Kevin ingin membuat gadis mungil itu tertawa lagi setelah kejadian tidak disengaja itu.
"aish ada apa denganku" gumamanya sambil membanting kecil ponselnya diatas ranjang.
Ceklek
"kau kenapa?" tanya Angga yang masuk tiba-tiba kekamar Kevin.
"oh...kenapa apanya, hyung?" balik tanya Kevin sedikit terkejut dengan kedatangan Angga.
"aku dengar kau bilang 'ada apa denganku'...jadi ada apa denganmu?"
"tidak kenapa-kenapa, hyung"
"hah" Angga hanya menghela napas.
"oh ya, hyung….ada apa hyung kemari?" tanya Kevin akhirnya.
"aku ingin mengatakan jangan lupa malam ini kita pergi kepesta Jiyong"
"aku ingat"
"bagus kalau begitu…” Angga keluar dari kamar Kevin. Setelah Angga pergi, Kevin kembali melihat ponselnya yang masih memperlihatkan akun i********: milik Zia.
"hah" ia menghela nafas kasar dan menutup akun intagram tersebut. Ia mulai beranjak dari kasur dan masuk kedalam kamar mandi untuk bersiap-siap. Tak lama, Kevin sudah siap dengan pakaiannya dan menunggu Angga dan Jeni.