Dipesta keluarga Kwon.
Angga, Kwvin dan Jeni sudah berada dipesta tersebut. Angga berjalan bersama Jeni dengan gadis itu yang mengapit lengannya sedangkan kevin ada dibelakang mereka. Semua tamu undangan memandang kearah Angga, tidak terkecuali dengan Haajae dan Jongin yang memandang ketiganya dengan tatapan santai. Benar dugaan Haajae jika Angga akan membawa Jeni kepesta Jiyong. Ya! Mereka kini berada dipesta Jiyong salah satu kolega dari Angga. Angga berjalan kearah Jiyong yang sedang berbincang-bincang dengan seseorang.
"hai Jiyong hyung" sapanya.
"oh hai, Angga...dia siapa?" tanya Jiyong sambil menunjuk Jeni yang ada disamping Angga.
"kekasihku" jawab Angga enteng sedangkan Jeni melototkan matanya kearah Angga dan Kevin hanya membuang muka mendengar hal itu.
"wah lihat kekasihmu sepertinya marah, Ga" goda Jiyong.
"dia memang begitu, hyung..oh ya hyung selamat ya.."
"terimakasih, Ga"
"tentu...aku pergi kesana dulu ya, hyung"
"ne..nikmati pestanya"
Angga mengangguk dan pergi meninggalkan Jiyong kembali dengan temannya. Kini ketiga orang itu berdiri diujung kolam renang dengan lengan Angga yang masih diapit oleh tangan ramping Jeni.
◾◾
Disisi lain. Taekwang memarkirkan mobilnya digarasi terbuka rumah keluarga Kwon. Hyunjung keluar dengan disusul Hana dan Zia dibelakangnya. Sedangkan Taekwang keluar dari dalam mobil paling terakhir karena harus mematikan mesin mobil dan mengunci mobil tersebut. Mereka berempat masuk kedalam rumah keluarga Kwon dengan Hana yang memegang lengan Hyunjung sedangkan Zia berada dibelakang orang tuanya bersama Taekwang. Sebelum berangkat tadi Hyunjung menugaskan Taekwang untuk menjaga Zia saat dipesta dan selalu waspada karena pesta yang diselenggarakan keluarga Kwon tidak hanya untuk para pebisnis biasa melainkan juga ada kolega mereka dari dunia bawah.
"hallo tn. Kim" sapa tn. Kwon saat melihat Hyunjung masuk kedalam rumahnya bersama keluarganya.
"hallo tn. Kwon….senang bertemu anda kembali" kata Hyunjung sambil menjabat tangan tuan Kwon.
"senang bertemu anda juga tn. Kim....oh apa dia, Zia?"
"nde dia putriku"
"wah dia sudah dewasa ya dan dia juga cantik" kata tn. Kwon sambil mengerling nakal kearah Zia. Gadis mungil yang dapat kerlingan itu hanya balas tersenyum kepada tn. Kwon yang berbuat genit padanya. Jika tn. Kwon bukan teman ayahnya sudah dipastikan Zia akan menonjok muka sok tampan tn. Kwon yang genit itu.
"oh ada tn. Kim rupanya" kata ny. Kwon yang baru saja keluar dari dalam rumah menuju pesta yang diselenggarakan ditaman belakang rumah besar tersebut.
"senang bertemu anda kembali ny. Kwon" balas Hyunjung. Hana dan Zia sedikit terkejut dengan wanita yang ada didepan mereka saat ini. Pasalnya istri tn. Kwon itu sangat cantik dan masih tampak muda dibandingkan dengan tn. Kwon itu sendiri.
"dasar tua bangka genit padahal istrinya sendiri cantik" batin Zia yang mengingat kejadian beberapa saat lalu.
◾◾
Disisi lain. Jeni memandang kedua orang tuanya dan juga Zia dengan penuh kerinduan. Bisa dipastikan Jeni akan menghambur memeluk keluarganya jika saja tangan Angga tidak memegang erat tangannya bahkan melongkarkan tangannya dipinggang Jeni.
"tetap diam ditempat atau Kevin akan membunuhmu detik ini juga!" ancam Angga dengan berbisik tepat didepan telinga Jeni. Gadis itu hanya diam dan sedikit merinding mendengar ancaman dari Angga. Sedangkan Kevin memperhatikan Zia yang entah kenapa malam ini terlihat sangat berbeda. Cantik menurut Kevin. Ia bisa melihat Zia yang mengedarkan pandangannya keseluruh penjuru pesta hingga Kevin,
Sret
Cup
◾◾
Zia mengedarkan pandanganya kesetiap penjuru taman belakang-tempat pesta itu dilaksanakan. Gadis mungil itu tidak memperdulikan lagi tentang percakapan kedua orang tuanya dan orang tua Jiyong itu. Pasalnya tadi ia sudah berkenalan dengan Jiyong yang Zia akui jika Jiyong adalah lelaki yang cukup tampan dan masih muda. Ia pikir ini adalah pesta yang sengaja diadakan tuan Kwon untuk urusan bisnis atau semacamnya, tapi ternyata pesta ini adalah pesta pertunangan Jiyong dengan seseorang yang belum kelihatan batang hidungnya. Zia memperhatikan setiap orang yang ada dipesta tersebut hingga ia menatap seseorang yang tidak asing baginya. Ia menolehkan kepalanya kearah lelaki tersebut hingga pemandangan berikutnya membuat Zia membelalakan matanya.
Sret
Cup
◾◾
Kevin mendorong tubuh Jeni hingga bibir gadis itu menempel dengan manis dibibir Angga. Kevin kira perbuatannya hanya akan membuat keduanya berpelukan, tapi dugaannya salah mereka berdua malah berciuman dan saling membelalakan mata karena terkejut. Tidak hanya Kevin dan Zia yang terkejut, tapi juga semua orang yang ada dipesta tersebut. Mereka semua melihat kearah Angga dan Jeni. Angga yang merasa diperhatikan itu langsung menggendong Jeni ala bridal dan membawa gadis manis itu duduk ditaman yang berada dipojok halaman belakang rumah Jiyong. Angga melepaskan ciumannya dari Jeni lalu mereka terdiam cukup lama sampai Jeni tersadar dengan apa yang baru saja terjadi.
"YAK APA YANG KAU LAKUKAN?" teriak Jeni sambil berdiri dari pangkuan Angga dengan berkacak pinggang.
"menciummu" jawab Angga enteng.
"kenapa kau menciumku?" sungut Jeni.
"tanyakan pada Kevin"
"aish lelaki itu" kesal Jeni.
Angg menggeser duduknya memberikan tempat untuk Jeni duduk. Mereka terdiam kembali sambil memikirkan sesuatu. Jeni memikirkan kenapa jantungnya bisa berdegup kencang saat menatap Angga tadi sedangkan Angga merutuki kebodohan Kevin yang mendorong Jeni, tapi dalam hati ia bersorak gembira karena bisa kembali mencium bibir Jeni yang manis itu. Sadar apa yang ia pikirkan membuatnya memukul kepalanya berkali-kali. Ia tidak boleh lemah dan dimanfaatkan oleh Jeni nantinya. Ia yang harus memanfaatkan gadis manis itu untuk menjatuhkan Hyunjung dan merebut daerah yang harusnya menjadi daerah kekuasaannyadari dulu.
Kembali ketengah-tengah pesta. Orang-orang yang ada pesta tersebut masih membicarakan tentang insiden yang tidak terduga beberapa menit lalu dan ada juga yang mengabaikan kejadian itu.
"dasar anak muda" omel Hana menanggapi kejadian yang baru saja terjadi tanpatahu jika yang berciuman adalah anak pertamanya.
"hal itu biasa ny. Kim….seperti kita tidak pernah muda saja" kata ny. Kwon.
"anda benar ny. Kwon" kemudian mereka berdua tertawa bersama membuat kedua lelaki disamping mereka mengedikkan bahu tidak mengerti apayang para wanita katakan. Beda Hana beda lagi Hyunjung yang sudah mengetahui jika yang berciuman adalah anaknya dan juga Angga. Ia merasa geram dengan kejadian beberapa menit lalu. Berbeda dengan Kevin yang bersifat acuh tak acuh seakan-akan tidak terjadi apa-apa beberapa menit lalu. Ia berjalan santai kearah minuman yang sudah disediakan dimeja samping Zia berdiri.
“nona, kenapa nona cantik hari ini?” kata Taekwang yang berdiri disamping Zia ketika Kevin sudah berada disamping meja. Zia yang mendapat pujian dari Taekwang itupun langsung menoleh kearah lelaki itu dan melotot tajam, seakan-akan akan membunuh Taekwang dengan tatapannya.
“jika kau bilang begitu sekali lagi, aku tidak segan-segan akan menendangmu” omel Zia sambil berlalu pergi dari samping Taekwang. Kevin yang melihat Taekwang ditinggalkan oleh Zia itu hanya bisa tertawa.
“kenapa kau tertawa?” tanya Taekwang yang tidak terima ditertawakan oleh orang lain.
“aku tidak menertawakanmu” jawab Kevin sambil beranjak dari samping meja.
"perhatian semuanya" ucap tn. Kwon lantang dan membuat semua mata tertuju kepadanya.
"terimakasih sudah hadir dipesta yang kami adakan..hari ini anak kami yang bernama Kwon Jiyong akan bertunangan" lanjutnya. Semua tamu undangan bertepuk tangan mendengar ucapan tn. Kwon itu.
"dia akan bertunangan dengan Lee Soora"
Gadis yang dipanggil oleh tn. Kwon itupun keluar dari dalam rumah bersama kedua orang tuanya. Gadis itu tampak anggun dengan gaun putihnya sesuai dengan Jiyong yang terlihat tampan dengan toxedo hitamnya. Soora berdiri disebelah Jiyong dengan senyum yang terus terpatri diwajahnya.
"pasangkan cincin untuk calon menantu appa, Jiyong-ie" perintah tn. Kwon sambil memberikan sekotak cincin pada Jiyong. Jiyong mengambil satu cincin dari kotak itu dan meraih tangan kiri Soora dengan lembut dan kemudian memasangkan cincin itu kejari manis gadis itu. Riuh tepuk tangan membuat kedua pasangan itu tersenyum dan Jiyong mencium punggung tangan Soora sekilas membuat semua orang memekik senang melihat adegan tersebut.
Acara inti telah selesai, Angga yang tadi melihat dibelakang kerumunan orang itu menarik Jeni kembali ketempat mereka semula. Sebenarnya Jeni mau memberontak, tapi mengingat ancaman Angga tadi membuat ia mengurungkan niatnya. Ia menurut saja pada Angga yang membawanya kembali ketempat tadi dan duduk disebalah Angga dengan diam.
Kevin yang sudah menghabiskan minumannya itu kembali kemeja tadi dan mengambil dua geals untuk ia berikan pada Angga dan Jeni yang duduk ditaman yang ada dipojok halaman belakang. Entah kenapa Kevin kembali tertawa ketika mengingat bodyguard Zia yang memuji gadis mungil itu. Kevin benar-benar tidak menyangka jika bodyguard gadis mungil itu menyukai Zia. Meskipun Kevin baru saja melihatnya, tapi lelaki itu benar-benar menyukai Zia. Dan hal itu membuat Kevin merasa kesal karena Bodyguard itu bisa selalu dekat dengan Zia kapan saja dan dimana saja. Katakan saja jika Kevin itu cemburu saat ini.
"hah" Kevin menghela nafas sambil mengambil dua gelas minuman dan membawanya ketempat dimana Angg dan Jeni berada.
◾◾
Angga dan Jeni masih saling diam satu sama lain. Tidak ada dari mereka yang memulai percakapan. Jeni diam karena ia tidak bisa berbuat apa-apa saat melihat orang tuanya dan adiknya ada dipesta yang sama seperti ini. Jujur saja saat ini Jeni senang bisa melihat keluarganya seperti itu, tapi ia juga sedih karena tidak bisa menghampiri dan memeluk mereka. Jeni benar-benar merindukan keluarga hangatnya itu.
"ini hyung" kata Kevin sambil mengulurkan dua gelas minuman pada Angga. Angga yang hendak mengambil minuman yang dibawa Kevin itupun terhenti saat Jeni mengambil terlebih dahulu satu gelas ditangan Kevin. Jeni langsung meminum minuman itu sampai tandas karena ia benar-benar haus sekarang. Angga dan Kevin hanya bisa menatap Jeni dengan heran.
"hyung, apa lebih baik kita pulang sekarang?" tanya Kevin setelah melihat Jeni minum.
"tidak, Vin....aku ingin tahu sampai mana mereka mengawasi Jeni dipesta ini" jawab Angga santai.
"mereka tidak memperdulikan Jeni, hyung...bahkan istri Hyunjung-pun tidak tahu jika ini anaknya" jelas Kevin.
"apa maksudmu?" tanya Jeni yang mendengar perkataan Kevin barusan.
"mereka tidak mengenalimu"
"tidak mungkin"
"jik-"
"JENI EONNI" perkataan Kevin terpotong oleh teriakan Zia yang entah kenapa gadis mungil itu bisa berada dibelakang Kevin sekarang. Setelah acara inti tadi, Zia terlihat bosan berada ditengah-tengah pesta seperti ini apa lagi ditemani Taekwang disampingnya. Bahkan ayahnya tidak peduli dengan Zia yang tidak suka dengan pesta seperti ini. Jadilah Zia beralasan kepada Taekwang kekamar mandi padahal ia ingin pergi dari samping lelaki itu. Ketika Zia berjalan-jalan tak sengaja ia melihat bunga sakura yang ada dipojok halaman belakang rumah tn. Kwon. Zia yang tertarik dengan pohon itupun berjalan kearah bunga tersebut dan menemukan dua orang lelaki dan satu gadis yang tidak Zia kenal. Dasarnya Zia orang yang sangat penasaran akan sesuatu, ia memutuskan untuk mendekati kearah tiga orang itu. Dan Zia membelalakkan matanya ketika melihat Jeni dan Kevin berada disana.
Kevin membelalakkan matanya saat melihat Zia berdiri dibelakangnya. Mereka terdiam cukup lama sebelum Kevin memutuskan menarik tangan Zia menjauh dari tempat tersebut dan mengajak gadis mungil itu kesisi taman yang lain.
"LEPASKAN AKU!" teriak Zia berusaha melepaskan cengkraman tangan Kevin. Lelaki tampan itu sama sekali tidak menanggapi teriakan Zia, ia bahkan mempererat cengkramannya dan membuat Zia memekik sakit.
"itu sakit..lepaskan"
Kevin tidak peduli dan malah menghempaskan tubuh Zia hingga punggung gadis mungil itu membentur pohon sakura dibelakangnya.
"auw" ringis Zia ketika punggungnya membentur pohon. Kemudian Kevin menghimpit tubuh Zia diantara pohon sakura dan dirinya.
"menjauh dariku!" bentak Zia tanpa ada rasa takut sedikitpun dengan Kevin. Zia tidak peduli meskipun ia tahu jika Kevin adalah seorang pembunuh, tapi hari ini yang ia fikirkan hanyalah kakaknya, Kim Jeni.
"aku bilang menjauh dariku!" ulang Zia dengan mendorong tubuh Kevin yang sayangnya tidak bergerak sama sekali dari posisinya.
"lalu kau akan kembali kesana dan melihat Jeni mati didepan matamu!" sarkas Kevin yang langsung membuat Zia membeku ditempat.
"jadi kau.." kata Zia lirih.
"iya..aku anak buah Angga...musuh ayahmu" jawab Kevin dengan pelan.
"hiks kenapa kau hiks..."
Zia menangis didepan Kevin. Ia merasa tidak sanggup melanjutkan kalimatnya tersebut. Dengan berani Kevin memeluk tubuh mungil Zia sambil mengelus rambut panjang gadis itu lembut. Entah kenapa Kevin merasa tidak suka ketika melihat Zia menangis didepannya dan ia juga tidak suka melihat Zia terlihat lemah didepannya. Ia suka Zia yang berisik seperti biasanya.
"dia akan baik-baik saja percaya padaku" kata Kevin menenangkan Zia dipelukannya.
"jangan bunuh kakakku" lirih Zia.
Kevin tidak bisa menjawab perkataan Zia yang satu itu, ia hanya bisa diam sambil menenangkan gadis mungil yang masih terisak dipelukannya.
Lima belas menit berlalu dan Zia sudah merasa baikan. Ia tidak lagi menangis dan Kevin melepas pelukannya. Kevin menangkup wajah Zia dengan kedua tangannya. Mereka saling menatap satu sama lain dan mengunci tatapan masing-masing. Kevin dengan berani mendekatkan wajahnya kewajah Zia.
Makin dekat hingga Zia bisa merasakan nafas Kevin yang menerpa wajahnya. Zia yang merasakan nafas Kevin itupun tidak bisa berbuat apa-apa sampai,
Cup.