CHAPTER EMPAT PULUH SEMBILAN

1899 Kata

Mahesa: Boleh. Ada di studio kok sampai sore.            Senyum Lara mengembang saat membaca pesan yang masuk ke dalam ponselnya. Seorang dosen pria yang baru saja menyelesaikan materi terlihat keluar dari kelas. Suasana kelas yang awalnya teratur dan tenang mulai berisik. Beberapa orang di kelas berdiri, saling bertanya akan makan di mana. Ada juga yang membicarakan materi yang baru saja dijelaskan. Yang lainnya memilih langsung keluar kelas untuk mengisi perut.            “Ayo ke kantin, Ra.” Dila menepuk pundak Lara yang duduk di depannya.            “Eh, ayo-ayo.” Kata gadis itu. Ia memasukkan beberapa buku yang ada di atas mejanya ke dalam tasnya lalu berdiri. Ia berjalan menyusul Dila yang sudah menunggungnya di ambang pintu.                   “Hubungan lo sama laki-laki yang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN