CHAPTER EMPAT PULUH DELAPAN

1911 Kata

Bara turun dari mobil saat matahari baru saja kembali ke peraduan. Ia melihat mobil Mahesa ada di depan rumah dan tidak di masukkan ke dalam garasi. Ia berjalan mendekati pintu dan masuk ke dalam rumahnya.            Senyumnya mengembang saat ia baru saja memasuki rumah.            “Ciara…” kata laki-laki itu. Ia mendekat lalu langsung memeluk Ciara yang sedang berdiri di depan foto keluarganya.            “Ish…” Ciara mendesis saat merasakan laki-laki itu memeluknya erat.            “Kangen…” keluh laki-laki itu sambil mengeratkan pelukannya. Bara masih tersenyum saat tiba-tiba Mahesa keluar dari kamarnya dan tatapannya langsung bersirobok dengannya.            Laki-laki itu mengurai pelukannya dan melihat Mahesa menghampirinya.            “Muka lo kenapa jutek gini, sih?” Cia

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN