CHAPTER EMPAT PULUH ENAM

2324 Kata

       Meski ragu, Mahesa akhirnya tetap melangkah memasuki gerbang. Kedua pasang mata itu langsung menghujamnya saat ia melewati gerbang dan menghampiri mereka.            “Hai…” Ciara yang pertama kali menyapa dan tersenyum padanya. Saat itu piring di tangan Bara sudah kosong dan laki-laki itu tengah menyesap es jeruknya.            “Hai… ganggu nggak?” tanya Mahesa. Dan ia menyesal melontarkan pertanyaan itu. Ia seharusnya tidak menanyakan itu.            “Nggak lah.” Bara yang menjawab itu. Ia mempersilakan Mahesa duduk di kursi panjang yang masih kosong.            “Kalian ada janji?” Bara bertanya. Ia menatap ke arah Ciara dan Mahesa bergantian.            “Nggak ada, kok.” Kata Mahesa. Ia menatap Ciara yang tersenyum.            Tiba-tiba saja suasa terasa canggung. Ciara

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN