“Lo beneran?’ tanya Lara saat Ayra mengakhiri ceritanya. Ia melihat gadis di sampingnya mengangguk pelan. Malam itu, Ayra bermalam di kamar Lara. Mereka bercerita sampai malam, hal yang sebenarnya jarang mereka lakukan meski mereka telah berbaikan. Berkali-kali Lara memberitahu saudara kembarnya rasa sakitnya yang tidak terlihat. Lara juga tak mengerti bagaimana menghilangkannya. Lara bilang pada gadis itu bahwa ia menyesal menggantungkan kebahagiaannya pada orang lain. Sehingga saat orang itu tak sejalan dengannya, ia merasa seperti kehilangan pijakan, kehilangan arah dan semangatnya yang dulu menggebu-gebu. Lalu, Ayra bilang bahwa tak ada yang bisa memaksakan perasaan. Dan waktu kelak akan menyembuhkan luka-luka itu. Ia bilang bahwa Lara mungkin tidak akan bisa

