Undangan diambang rahasia

1388 Kata

Damar melangkah keluar ruangan untuk memberikan waktu privasi bagi mereka. Namun, baru saja ia menutup pintu, ia mendapati Alvian berdiri di sana. Wajah adiknya itu tampak lelah, namun sorot matanya yang penuh rasa bersalah dan kesedihan tidak bisa disembunyikan. Alvian menatap pintu kamar VVIP itu, lalu beralih ke kakaknya. "Mas... gue denger soal Pak Reza. Gue juga denger Mas yang pimpin operasinya." Damar bersandar di dinding koridor, melipat tangannya di d**a. "Ya. Semuanya berjalan lancar, meski akhirnya kita kehilangan dia." Alvian terdiam sejenak, lalu menghela napas panjang. "Gue minta maaf soal semalem, Mas. Gue emang syok, tapi gue sadar... posisi lo jauh lebih berat dari gue. Lo suaminya, dan lo harus jadi dokter profesional di saat yang sama." Damar menepuk bahu adiknya. "G

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN