Damar memegang tangan Pak Reza, menatap pria itu dengan tatapan seorang pria dewasa yang memberikan janji suci. "Jangan khawatir, Pak. Saya berjanji akan menjaga Ziva seumur hidup saya. Ziva adalah istri saya, tanggung jawab saya. Saya tidak akan membiarkan siapa pun, termasuk diri saya sendiri, menyakiti dia." Mendengar janji itu, Pak Reza tampak lebih tenang. Ia kembali menatap Ziva, matanya mulai meredup, namun ada kedamaian di sana. "Ziva... sayang Raka... maafin Ayah..." Suara Pak Reza menghilang. Kepalanya terkulai perlahan ke samping. Di layar monitor, garis hijau yang tadinya bergelombang perlahan berubah menjadi garis lurus yang panjang dan tajam. Tiiiiiiiiiiiiiiiiiiit... "Ayah? Ayah!" Ziva berteriak, memeluk tubuh ayahnya semakin erat. "Ayah, bangun! Ziva udah maafin Ayah!

