“Di Bawah Cahaya Eiffel, Kita Menjadi Rumah”

1445 Kata

Malam di Paris terasa begitu magis. Udara dingin yang menusuk tulang seolah tak berarti bagi pasangan yang tengah dimabuk cinta ini. Alvian, dengan segala kemampuannya, telah menyiapkan sebuah kejutan yang benar-benar tak terduga. Sebuah kapal pesiar mini mewah telah bersandar di tepi sungai Seine, khusus disewa hanya untuk mereka berdua. "Mas, kita mau ke mana?" tanya Nabila saat Alvian menuntunnya menuruni tangga menuju dermaga. Nabila tampil sangat menawan dengan gaun beludru hitam yang dipadukan dengan syal kasmir pemberian Alvian. "Ikut saja, Sayang," jawab Alvian singkat sambil mengeratkan pegangan tangannya. Begitu menginjakkan kaki di atas kapal, Nabila terpaku. Dek kapal telah dihias dengan lilin-lilin aromaterapi dan rangkaian bunga mawar merah yang cantik. Di tengahnya, s

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN