Ranti menunduk sebentar, pura-pura bingung. “Aku… hanyalah karyawan baru yang mau membantu. Tapi aku tahu bagaimana orang-orang kerja. Kalau kita terlalu agresif, kita membuat banyak musuh. Kalau kita lebih licik, kita dapat segalanya tanpa membuat terlalu banyak keributan.” Dahlia meneguk kopinya, matanya menyipit. “Kau berani menentang saranku hanya karena takut pengacara curiga? Kalau begitu peranmu hanya jadi boneka, bukan pemimpin skenario.” “Boneka yang cerdas,” sahut Ranti, suaranya sekarang mengandung nada dingin. “Dan boneka yang tahu kapan harus menarik benang. Kalau Bapak ingin cepat dan aman: kita buat public relation yang meyakinkan. Kita ‘kembalikan’ Valeri ke publik — lalu ajukan permintaan sah kepemilikan aset untuk pengurusan operasional di tangan Valeri. Pengacara Alvan

