Dahlia tersenyum getir, matanya berkilat oleh ambisi. “Jadi, langkahnya: kita buat Ronny ajukan perceraian, atur opini publik supaya Valeri ‘terlihat’ tidak kompeten, lalu setelah sah, kita eksekusi serangkaian penunjukan manajemen supaya kontrol perusahaan berputar ke pihak yang pro-Ronny. Benar begitu?” “Benar,” Ranti mengangguk. “Tapi ingat: perceraian juga berisiko bagi reputasi Ronny. Kita harus menyiapkan alibi sosial—kegiatan charity, sok peduli, dan dokumentasi bahwa langkah itu demi perusahaan dan keluarga. Masyarakat harus melihat Ronny sebagai penyelamat, bukan predator.” Ronny menarik napas panjang, lalu tersenyum tipis. “Baik. Kalau begitu, kamu bantu aku menyiapkan narasi itu. Kau jadi ‘Valeri’ yang trauma; nanti aku ajukan mediasi perceraian. Setelah itu kita tuntaskan res

