Selamat membaca~ - Saat Angkasa tengah fokus pada lembar penilaian milik Asya, terdengar suara langkah kaki yang sedang mendekat kearahnya. Angkasa segera menaruh kembali tumpukan kertas tersebut dan melihat kearah Asya yang sedang berjalan kearahnya dengan membawa secangkir minuman hangat. “s**u hangat buat Pak Angkasa supaya bisa tidur nyenyak.” ujar Asya seraya menyerahkan cangkir itu pada Angkasa. Angkasa menerimanya, “Tadi saya gak sengaja lihat kertas itu,” ujar Angkasa yang merasa tidak enak hati sudah membuka berkas milik Asya tanpa meminta izin terlebih dahulu. “Iya sama-sama.” balas Asya. “Terima kasih,” lirih Angkasa seraya menyeruput s**u hangat buatan Asya. Asya tertawa lirih melihat sosok angkuh dihadapannya. Bahkan mengucapkan maaf dan terima kasih saja susah untuk An

