Adrian Maulana "Adrian!" sentak Shera kemudian, membuyarkan lamunanku yang mendadak terputus di tengah jalan. "Lo nggak kenapa-kenapa'kan? hoohh ya ampun! jangan-jangan lo gegar otak gara-gara nabrak mobil gue?" tambahnya lagi. Ku pikir setelah bermetamorfosis jadi kupu-kupu yang cantik seperti ini, pikiran Shera yang biasanya absurd itu mungkin akan membaik, ternyata tidak! Tapi tunggu dulu, kenapa aku nggak sadar sejak tadi. Bukankah Shera ini tampak begitu jelas sedang mengkhawatirkan aku? "Oke oke, slow. Tenang sedikit, gue nggak apa-apa. Lo pikir gue selemah itu, hah?" sanggahku. "Ya soalnya, lo malah bengong. Jadi gue pikir ... ah udahlah. Nggak usah di bahas," ujarnya dengan nada yang terdengar kesal. Yang benar saja, bukannya sejak tadi itu dia yang bicara. Aku bahkan tidak

