Adrian Maulana Aku dan Shera akhirnya mengemudikan kendaraan masing-masing dengan Shera yang jadi pemimpin jalannya. Kami pergi menuju Mall terdekat sebagai tempat tujuan tercepat yang bisa di capai. Tapi ya ampun, melihat cara Shera mengemudi tampak jelas kalau dia itu masih amatir. Aku jadi takut dia akan menabrak orang lain lagi nantinya. Namun rasanya, ini masih seperti mimpi saja. Otakku masih belum bisa mencerna sebuah kenyataan kalau pada akhirnya aku dan Shera malah bertemu lagi. Padahal ku pikir setelah apa yang terjadi, aku nggak akan pernah bisa bertegur sapa lagi dengan Shera. Ku pikir, mungkin perlahan-lahan perasaanku pada Shera akan mulai memudar dan beralih pada Alisya. Seorang gadis cantik yang begitu pengertian dan ideal menjadi sosok seorang istri. Tapi ternyata,

