Bab 154. Shera 90

1068 Kata

Shera Fuji Lesmana Dia sudah lebih dewasa. Itulah hal pertama yang ku pikirkan begitu melihat sosok Adrian juga berbincang untuk pertama kalinya, setelah kurang lebih satu tahun belakangan ini kami nggak pernah bertemu. Bukan hanya dari segi sikap dan juga pemikiran. Penampilannya saat ini juga terlihat lebih baik, dari yang biasanya absurd menjadi lebih matang mungkin. Walaupun dalam konteks ini, dia masih sama seperti dulu. Tampan, keren, cool idaman para wanita. "Lo udah lebih dewasa ya sekarang. Dulu, lo selalu ngerasa bergantung sama orang tua, dan itu udah cukup karena orang tua lo kaya. Tapi sekarang, lihat deh. Otak lo mulai ke buka," ucapku. Adrian memandang ke sisi lain, lebih tepatnya ia memandang ke arah dinding kaca yang membatasi kami dan dunia luar. "Ada masanya oran

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN