"Thanks buat hari ini, gue seneng masih bisa jadi sohib koplak sama lo." Aku mengetikkan serangakaian pesan singkat pada Shera, lalu mengirimkannya dengan senang hati. Jantungku berdebar tak karuan, menunggu balasan dari gadis itu. Tapi tanda centang satu pada pesan yang ku kirim melalui aplikasi si hijau, membuatku mau tak mau harus berhenti menaruh harap. Mungkin batrei ponselnya habis, mungkin ia sedang mengisi daya ponsel itu, atau mungkin dia malah langsung memblokir nomor kontak ponselku. Baiklah, untuk opsi ke tiga sepertinya mustahil, karena aku masih bisa melihat foto profil Shera yang tengah di rangkul oleh Axel. Dan s**t! itu membuatku marah sekarang. Sudah berlalu beberapa waktu, tapi aku masih saja kesal melihat kebersamaan mereka. Jika yang berdiri dan merangkul Shera d

