Shera Fuji Lesmana Tampar aku, aku pasti sedang bermimpi. Baiklah jangan! rasanya pasti akan sangat menyakitkan karena ini nyata. Semua yang ku alami juga dua orang pria yang ada di hadapanku ini menapak di atas karpet, bukan hanya sekedar bayangan semata. Hari ini, di depan Bapak, orang yang tak pernah ku sangka akan ku kenal justru berkata ingin memilikiku, menjadikanku pasangan seumur hidup, dan dengan berani mengatakannya pada Bapak. Aku melirik sekilas pada tangan Axel yang saat ini tampak agak gemetar. Tapi wajahnya biasa-biasa saja. Bahkan setiap kata demi kata yang terucap dari bibirnya begitu lancar. Tak ada nada gentar, gugup atau terbata-bata seperti yang pernah k*****a pada novel atau ku lihat pada televisi. Namun, dapat ku pastikan jantungnya ingin melompat keluar dan s

