Bab 127. Axel 20

1064 Kata

Axel Yudhistira "Aarkkhh, s**t!" umpatku setelah menutup pintu. Langkah kaki Shera yang mulanya dekat, kini sudah semakin terdengar menjauh. Aku yang semula tengah berdiri bersandar sambil memegangi baju yang tadi diserahkan Shera di balik pintu, perlahan-lahan jatuh, luluh, seperti es mencair lalu terduduk dengan kaki selonjor. Bisa-bisanya aku terlihat biasa biasa saja di depan Shera tadi. Dia bilang aku santai dan sama sekali tidak terlihat gugup. Berbanding terbalik dengannya. Padahal di dalam hati ini, aku ingin berteriak. Ketakutan-ketakutan seperti, apakah Bapaknya Shera akan menerimaku? apakah Bapaknya Shera menyukaiku? atau apakah Bapaknya Shera malah akan memintaku untuk pulang sesegera mungkin dari sini? membiarkan perjuanganku berakhir dengan sia-sia, yang sebenarnya mem

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN