Bab 129. Shera 78

1060 Kata

Shera Fuji Lesmana Aku memejamkan mata sejenak, menghirup aroma angin yang berembus. Rambutku yang tergerai pasti tengah beterbangan tertiup angin. Salah satu nikmatnya bisa pulang ke kampung halaman, ya memang begini ini. Sesuatu seperti ketenangan, nggak akan kamu temukan di Jakarta. Di sampingku ada Axel, yang dengan sengaja ku ajak ke daerah persawahan warga yang kadang ikut di garap oleh Bapak juga. Rangkaian padi menguning yang hampir siap panen, menampilkan keindahan tersendiri yang membuat mata ini betah memandang. Setelah membuka mata dan menarik napas panjang, aku mendapati Axel yang juga sedang menutup mata. Ia merentangkan tangan, sembari menarik nafas dengan begitu tenang. "Sstt, heh. Xel, Axel!" panggilku pada pria itu. "Apa?" jawab Axel dengan singkat. "Kamu ngapain i

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN