Shera Fuji Lesmana "Sorry aku angkat telpon dulu," ujarku pada Axel sembari tersenyum dengan lega. Dalam hati, aku amat bersyukur, karena terlambat sedikit saja, jangan-jangan akan ada gosip lagi, seperti tautan bibir Shera dengan sang pacar misalnya. Baiklah, ide itu terlalu gila untuk dicerna. Axel bersidekap, lalu memicingkan mata. Menatapku tanpa ekspresi yang pada akhirnya membuatku bertanya-tanya juga. "Apa?" ujarku sembari mengerdikkan bahu. "Nggak apa-apa. Cuma kebetulan banget sih. Bisa pas banget ada telpon, saat kita lagi mesra-mesraan gini. Nggak tahu kondisi banget, jangan-jangan yang nelpon memang sengaja buat gangguin kita," jawabnya dengan santai. "Hissshh ... udah lah. Aku angkat telpon dulu!" Beralih dari Axel kini aku melihat pada layar ponsel yang menampakkan nama

