Kecurigaan ku kian membesar saja, tatkala aku mendapati Axel justru terdiam dan memalingkan wajah, seolah tak berani kembali menatapku. Jadi apa ini artinya dia bertemu dengan Mawar? "Kamu nggak mau jawab'kah, Axel?" tanyaku lagi meminta kepastian. "Ya, oke aku jujur. Hari ini aku memang ketemu sama Mawar. Tapi sungguh, aku ketemu bukan karena di sengaja," katanya. Aku melipat ke dua tangan, bersidekap di depan d**a, menatapnya dingin dengan perasaan yang sejujurnya agak kecewa juga. "Lalu," tambahku lagi pada Axel. "Jadi, aku nggak sengaja ketemu sama Mawar di jalan, dan liat dia lagi ngedorong stroller baby. Dan kamu tahu? dia lucu banget." Axel bercerita dengan begitu antusias. Bahkan lebih antusias daripada saat ia bercerita soal karir dan mimpi-mimpinya. "Maksud kamu, Mawar lucu

