"Sudah dua tahun, dan kamu masih belum juga mau memberikan Papa cucu?" Aku mendelik dengan kesal mendengar perkataan papa yang lagi-lagi membahas perihal cucu. "Sabar, Pah. Masih on the way, tiap hari Axel juga bikin kok," balas ku dengan berusaha sesantai mungkin. padahal aku sudah kehabisan akal jika kali ini Papa bertanya lagi. "Bikin terus, tapi nggak jadi-jadi. sebenarnya kamu ini niat atau enggak memberikan Papa cucu?" tanya Papa lagi. Sejujurnya aku bukannya tidak memiliki niat. Tapi Papa hanya tidak tahu kalau semua masalah ini bukan aku sumbernya. Aku tidak bisa memaksa, karena dalam hal ini aku hanya ikut andil dalam proses pembuatan. Sedangkan untuk bagian mengandung dan melahirkan tentu saja adalah tanggung jawab Shera. Dan pada saat ini, sepertinya Shera masih juga belu

