Setelah obrolan hari itu. Sikap Axel agak berubah. Aku nggak tahu kenapa, padahal Axel bilang dia akan berusaha untuk mengerti. Entah kenapa, aku merasa agak takut untuk memiliki anak. Jujur saja, aku takut kebebasan ku akan terenggut. Tidak akan ada lagi waktu untuk diriku sendiri. Belum lagi jika aku gagal dalam mendidik anak. Pemikiranku sudah sejauh itu. Tapi ... Axel tidak. Ku rasa dia tidak sepenuhnya benar-benar menginginkan seorang anak. Aku yakin Axel hanya tertarik untuk bersaing dengan Mawar karena dia telah memiliki anak duluan. Tapi perubahan sikap Axel yang dingin itu membuatku tak nyaman. Rasanya, aku ingin sekali meluapkan berbagai macam emosi yang tersimpan. Segelintir unek-unek dan berbagai macam pendapat yang dengan sengaja ku simpan hanya karena takut Axel akan salah

