"Sudahlah, Ma. Biarkan itu menjadi urusannya, siapa tau kan, privasinya. Prinsip keluarga kita mutlak." Raihan memberi pengertian pada sang istri yang sedang berwajah murung. Duh, apakah harusnya Aurel pindah saja? Hahaha, prinsip yang mana? Lucu banget, deh. Rasanya Aurel sangat ingin menertawakan prinsip yang disinggung di meja makan, mereka sama sekali tak menghiraukan anak yang juga memiliki telinga? Sinting! Berkali-kali Aurel mengumpat dalam hati dengan tatapan muak terarah ke Zanna dan Raihan yang masih bisa tersenyum di atas penderitaan darah daging mereka sendiri. Boleh tidak kalau dirinya menghancurkan kebahagiaan dengan kuasa keluarga? Sungguh manusia tidak punya urat malu! Mau Aurel bantuin antarkan ke alam akhirat memakai dua tiket gratis bebas bersyarat menuju nera

