Ginggi dan rombongan kecilnya tiba di panti asuhan yang diurus oleh Sastro tepat menjelang tengah malam. Ginggi mengetuk pintu panti beberapa kali namun tidak ada jawaban dari dalam. “Mungkin mereka semua sudah tidur, Bos?” tanya si Bram menyimpulkan. Ginggi tidak menjawab dan berusaha lagi mengetuk pintu panti, ia berharap masih ada yang belum tidur atau kalau pun mereka sudah tidur bakalan ada yang terbangun dan membukakan pintu. Silvi mengamati keadaan panti, agak berubah dari terakhir ia dan Ginggi mengunjunginya. Kali ini ada beberapa macam aksesoris dan mainan untuk anak-anak di halaman panti. “Sepertinya malam ini kita harus menginap di hotel atau penginapan lainnya. Ayo!” Ginggi mengajak rombongannya untuk berjalan kembali ke daerah perkotaan untuk mencari hotel atau penginapan

