Linlin tak berapa lama sudah datang kembali, ia tak sendirian, ia berjalan seorang pria separuh baya yang rambutnya sudah beruban. Mereka menghampiri rombongan Ginggi yang sedang menunggu di ruangan dengan meja bundar yang cukup besar. Silvi dan si Jenny yang melihat kedatangan pria separuh baya yang bersama dengan Linlin itu kompak berdiri. Mereka segera menghampiri pria separuh baya tersebut dengan sumringah. Si Jenny bahkan langsung memeluk lelaki separuh baya tersebut. “Kamu tampak sehat-sehat saja Jenny.” Ujar lelaki separuh baya itu sambil menatap wajah si Jenny penuh haru. “Iya, Kokoh juga tampak sehat.” Sahut si Jenny. Si Bram yang menyaksikan hal tersebut jadi penasaran, ia menatap wajah Ginggi. “Bos, pria itu siapanya si Jenny?” tanya si Bram. Ginggi mengendikkan bahunya “

