Selamat Datang Di Hongkong

2355 Kata

Si Bram tergopoh-gopoh berlari menghampiri Ginggi di ruangan kerjanya, sepertinya ada sesuatu yang sangat penting dan mendesak untuk disampaikan kepada sang Bos besar. Ia bahkan sampai tidak menyapa Jenny yang berpapasan dengannya di dekat pintu masuk. “Bos! Kita mendapatkannya!” si Bram antusias mendekati Ginggi yang sedang bersantai menikmati cemilan dan segelas kopi. Ginggi menatap si Bram lalu tersenyum tipis dan menjadi senang ketika melihat si Bram sedang menggenggam selembar kartu undangan yang tampak sangat mewah. Si Bram kemudian menyerahkan kartu undangan mewah itu ke tangan Ginggi. Silvi segera mendekati mereka berdua, si Jenny dan kedua rekannya pun tampak penasaran. Ginggi mengamati kartu undangan yang berhias ukiran dengan bertabur tinta emas dan dominan warna merah terse

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN