Si Jamal menatap Ginggi dengan tajam dan nanar, ia benar-benar tak mengerti kenapa si kurang ajar di depannya ini begitu gigih hendak menghabisi dirinya. “Ginggi, bagaimana kalau aku menjadikanmu salah seorang kapten dalam imperium kekuasaan yang aku miliki? Duduklah di sebelahku dan menjadi wakilku, bersama kita menjalankan bisnis dunia bawah tanah ini dengan baik. Aku akan memberikanmu jabatan dan harta yang sangat banyak. Bagaimana menurutmu?” si Jamal berusaha membujuk Ginggi. Ginggi menyeringai ke arah si Jamal ‘Lantas apa yang kau minta sebagai gantinya dariku?” Ginggi berusaha menyelidik. Ia juga sedang memperhitungkan segala kemungkinan dan juga menebak rencana apa yang sedang dan akan dikeluarkan si Jamal sebagai muslihatnya. Si Jamal tersenyum “Bagus, kau tampaknya orang yang

