Menghadang Pelarian Si Jamal

1481 Kata

Ginggi dan ketiga gadis pembantai itu saling memandang, mereka kini berdiri saling berpunggungan. Masing-masing menatap ke empar arah mata angin yang berbeda, sedang waspada dan bersiap menghadapi serangan dari musuh mereka yang mulai banyak berdatangan, dengan membawa senjata kebanggaan masing-masing. “Kalian siap menghadapi mereka?” tanya Ginggi. “Tentu saja, kami hidup tiap saat dengan adrenalin semacam ini. Kau jangan khawatir, kami pasti akan membantumu menghabisi orang-orang ini.” Ujar Sali. Ginggi mengangguk, ia tidak meragukan kemapuan bela diri mereka. Tapi saat ini jika melihat dan membandingkan statistik antara kubu dirinya dengan kubu si Jamal maka jelas secara kuantitas Ginggi kalah banyak. Saat ini ia dan ketiga orang gadis pembantai itu akan menghadapi sekitar delapan pul

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN