Si Renal datang ke markas pusat siang itu dengan langkah yang gontai. Ia masih teringat dengan berlian tiga warna miliknya yang telah berpindah tangan demi bisa mendapatkan kartu undangan VIP pada pesta ulang tahun Tuan Tong dua hari yang lalu. Sebenarnya ia masih ingin melanjutkan kedukaannya di apartemen miliknya, tapi hari ini ia disuruh datang oleh Ginggi. Maka ia pun datang untuk mematuhi perintah sang Bos Besar tersebut. “Ah, Renal akhirnya kau datang juga. Kemarilah! Aku sudah menunggumu dari tadi.” Sapa Ginggi begitu si Renal melangkah masuk ke dalam kantornya. Si Renal mengangguk “Ada apa Bos?” Di dalam ruangan kantor Ginggi tersebut, seperti biasanya ada Silvi, si Bram, Jenny dan kedua rekannya sesama gadis pembantai dan juga tak ketinggalan ada Ali yang kini dipercaya untuk

