Hari dimana si Jamal mati merupakan hari pertama dimana Ginggi secara aklamasi menjadi Bos Besar para preman di negara ini. Ia adalah Sang Penguasa Negeri dari balik bayangan. Setelah mengumumkan dirinya di hadapan seluruh anak buah yang tadinya berpihak kepada si Jamal dan kini secara otomatis menjadi anak buah dirinya, Ginggi menyuruh si Bram dan si Mikimos untuk kembali bertugas di tempat mereka biasanya berkuasa. Kali ini tentu tanpa rintangan yang berarti sama sekali sebab mereka semua sudah menjadi kawan tanpa ada lagi lawan. Ginggi menghubungi si Ali dan menyuruhnya untuk datang menemuinya di markas pusat para preman yakni di sebuah hotel mewah berbintang. Di sanalah kini Ginggi ‘berkantor’ ditemani oleh Silvi dan ketiga gadis pembantai yang sudah bersumpah setia menjadi pengawalny

