Ke-Delapan Belas

1294 Kata

Sonja terus berjalan mondar-mandir sejak sejam yang lalu tiba di kamar hotelnya. Entah kenapa dia begitu kesal karena Ibram tidak kunjung mengabari. Chatnya belum dibaca dan panggilannya juga tidak dijawab. Kemana laki-laki itu sebenarnya. Apa dia begitu sibuk, bahkan untuk satu menit membalas chat. Sudah hampir 24 jam sejak terakhir obrolan chat mereka tadi malam. Entahlah, dia hanya merasa tidak tenang. Seolah sesuatu yang buruk akan terjadi. Diteguknya air mineral dalam gelas yang ada di nakas. Menjernihkan pikirannya yang kalut. Diusapnya pelan perut buncitnya yang sedikit nyeri. Mungkin karena terlalu banyak pikiran dan kecapekan dengan jadwal yang cukup padat. Baru sekitar tiga puluh menit Sonja membaringkan tubuhnya di kasur, dia kembali beranjak. Memakai sandal hotel dan meraih p

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN