Ke-Delapan ~ Kisah Lalu

1446 Kata

Sepasang kaki jenjang dengan heels hitam melangkah keluar lift menuju rooftop restoran ternama. Menghampiri salah satu meja di sudut. Mini dressnya sewarna langit malam yang gulita. "Tiga puluh menit!" Semburan kata-kata kesal itu hanya ditanggapi dengan kedikan bahunya. Santai, dia menarik kursi dan membuka buku menu. Menjadikan laki-laki di depannya terpaksa kembali menunggu saat dirinya memesan makanan pada pelayan. "Apa yang kau inginkan?" "Wow, pembukaan yang bagus. Aku bahkan belum mendapatkan minumanku" Senyum terukir di bibir Sonja begitu raut wajah pria di depannya semakin keruh. Jasnya tersampir di lengan kursi, membiarkan tubuh atasnya hanya dibalut kemeja navy. "Apa maumu? Sudah ku peringatkan jauhi Arimbi dan Brian!” ucap Ibram mengabaikan kalimat Sonja sebelumnya. "A

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN