Sonja terbangun dengan perut kelaparan, pasalnya semalam dia tidak makan apapun. Samar, dari bawah didengarnya suara Arimbi dan Ibu, lalu sebentar kemudian deru mobil melaju. Disibakkannya selimut lalu bergegas ke kamar mandi untuk mencuci muka dan gosok gigi. Di dapur Ibram tengah membuat kopi. Laki-laki itu mendongak sekilas melihat istrinya menuruni tangga masih dengan baju tidur. Sonja duduk di bangku setelah menuang air putih segelas penuh. "Lapar, apa ada yang bisa kumakan?” keluhnya. Ibram kembali menatapnya,"Roti atau mau nasi goreng? Arimbi tadi yang buat" "Nasi goreng" Sonja mengamati dalam diam bagaimana Ibram mengambil piring, menuang nasi goreng dan meletakkan di depannya. Tidak lupa dia mendorong sepiring sosis, naget, dan telur mata sapi ke dekatnya. Tidak perlu waktu

