Saat dihianati terkadang itu menjadi sebuah jalan dalam menggapai hal yang lebih tinggi. POV Antara “Aku kecewa padamu Anti” aku mendengar Dana berteriak dari luar kamar tamu itu. Anti berjalan untuk keluar dari wastafel ruang tamu tempat dia muntah. “Dana, please. Aku yang salah, jangan marah sama Anti” aku mencoba agar kemarahan Dana tidak mempengaruhi keadaan Anti, karena aku kasian melihat keadaan Anti. Sepertinya kepalanya pusing karena dia masih memegang kepalanya, kemudian memejamkan matanya. Aku melihat saat ingin keluar dari kamar, dia agak sempoyongan sepertinya Anti merasakan gelap dalam pandangannya, matanya terpejam dan kemudian badannya luruh ke lantai. Aku dengan sigap menggendongnya, aku berlari ke mobilku untuk segera menuju rumah sakit. Aku tidak ingin terjadi apapun

