POV Dea Beberapa kali aku meremas tanganku sendiri dan juga menjambak rambutku dengan kesal karena lagi-lagi Dana tidak bisa dihubungi. Sekali lagi nomornya tidak aktif dan berhasil membuatku ketakutan. “Kenapa Dea?” Sasa mulai bertanya padaku. Kota Palu sudah dekat dan aku masih tidak bisa menghubungi Dana. “Dana, Calon suamiku tidak bisa dihubungi” aku yang memang sudah menceritakan semuanya pada Sasa tentang kisah cintaku dengan Dana, juga tentang Alex yang sudah kuanggap kakak saat in sehingga Sasa bisa memahaminya langsung. Menghela nafas dan tersenyum “Tapi justru kak Alex yang mengirim pesan, katanya dia sudah mutasi ke Palu hari ini. Dia bahkan sudah di Palu” kata-kataku pada Sasa justru membuatnya tersenyum kecil padaku seolah ingin menggodaku. Dia menyenggol tipis tubuhku yan

