BAB 44 Menuju Palu

1414 Kata

POV Dea Drt drt drt Belum selesai berpamitan, Handphone aku berbunyi. Segera aku meraih benda pipih yang berada di dalam tas slig bag hitam milikku. Tas kecil dan mungil pemberian Alex kupakai untuk hari ini setelah sebelumnya terbiasa menemani hari-hariku dalam perkuliahanku di Gorontalo. “Calon suami nelfon kayaknya” Ical mulai menggodaku. Aku melirik ke layar telfon milikku, Aku mengangguk ke arah Ical sembari tersenyum dan kemudian meminta waktu untuk menerima panggilan telfon di HP milikku. “Iya Dan, aku baru mau berangkat” terdengar suaraku pelan, Ical memang sudah menganggapku sebagai adiknya dan sahabatnya. Namun kesendiriannya sampai detik ini membuatku tidak ingin menyakiti perasaannya yang masih kuyakin ada untukku. “Oke, hati-hati” Dana melanjutkannya. “Iya, Bye” sambungk

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN