Chapter 29 Memutuskan untuk menikah denganmu, tak membutuhkan banyak waktu. Karena ratusan hari banyaknya, moment yang telah kita habiskan bersama. Selama itu, kau terus memupuk benih cinta di dalam hatiku hingga akarnya menjulur dan menancap keras di dasar perasaanku. Sampai saat ini, akar dari perasaan cinta itu masih tetap dalam posisi sama. Aku telah terluka berkali-kali. Luka yang sama sekali tak pernah terbayangkan sebelumnya. Kukira, di dunia ini tak ada rasa sakit seperti ini. Aku kira, dalam hidup seorang insan.. Tak ada rasa perih yang demikian kejam seperti ini. Manusia menumbuhkan perasaan cinta dan kasih sayang kemudian manusia itu sendiri yang menghancurkan, dengan segala tindak tanduk arogansi. Dengan ego tinggi tanpa empati barang secuil saja. Sekarang aku sadar, dulu a

