Chapter 30 Perjalanan ke Bandung itu akhirnya benar-benar terjadi. Hanya aku dan Mas Furqan. Bunda berkata bahwa aku harus pergi agar pikiranku agak rileks setelah diterpa banyak masalah. Ayah tidak banyak berkomentar. Aku tak ada pilihan. Berharap tidak ada fitnah lain yang datang setelah ini. Kini, kamu sudah berada hampir setengah jalan. Aku duduk di jok depan, agak mengantuk tapi berusaha tetap terjaga. Entahlah, aku terus saja berpikir buruk pada Mas Furqan. Ini tidak benar, tapi aku tetap tak bisa tenang sekarang. Survey lokasi segera dilakukan, sesaat setelah kita sampai di sana. Kita menyempatkan diri untuk makan siang dan salat Zuhur di salah satu masjid di tengah kota. Entah bagaimana Mas Furqan mengatur segalanya, yang jelas tempat yang akan dijadikan cabang ayah benar-bena

