*DI GUDANG BELAKANG SEKOLAH*
Sebuah gudang yang dulunya menjadi tempat penyimpanan peralatan olahraga kini menjadi markas berkumpulnya para preman sekolah baik dari anak kelas satu sampai anak kelas tiga. Kelompok preman sekolah ini di pimpin oleh Fian dan gengnya. Ada sekitar dua puluh tujuh anak brandalan yang berada di gedung ini dan sepertinya mereka sedang menunggu anak-anak culun yang menjadi b***k mereka untuk membelikan makan siang mereka.
Sementara itu Boy yang diikuti Lucky menuju gudang ini.
“Boy, lo beneran ga bawa makanan apa pun kesana? Biasanya kan lo beliin snack dan coca cola buat mereka.” Tanya Lucky merasa heran, dia sadar akan perubahan Boy tapi dia pun masih merasa khawatir karena memang selama hampir tiga tahun ini mereka selalu di suruh membelikan makanan di waktu istirahat untuk berandalan sekolah ini.
“Yah sebenarnya gue bawa sesuatu buat mereka, tapi kali ini bukan makanan. Yang gue bawa ini adalah menu spesial buat mereka hehehe.” Jawab Boy sambil memegang sesuatu ditangannya, bentuknya seperti kaleng minuman soda namun bagian atasnya ada sekering yang bisa di tarik. Tepatnya Boy menukarkan 4 poin untuk granat asap yang memberikan efek tidur bagi yang menghirupnya.
Boy dan Lucky sekarang berada di sisi gudang. Melihat ada celah ventilasi, Boy pun menarik pemicu granat dan melemparkannya ke dalam gedung melalui ventilasi itu.
Ssssshhhhh
“Hah!? Asap apa ini?”
“Apa ada kebakaran?”
Para berandal panik melihat asap itu, Fian dan gengnya pun terkejut melihat asap putih yang langsung menyebar menyelimuti ruangan gudang ini, namun efek dari asap ini kan membuat tubuh yang terkenanya menjadi lemas dan mereka pun langsung tidak sadarkan diri.
Setelah memastikan kalau asap granat itu sudah hilang, Boy dan Lucky pun memasuki gudang lalu mengunci pintu gudang ini agar tidak ada seorang pun yang masuk. Mereka berdua melihat para berandalan sudah terbaring, begitu juga dengan Fian.
“Hehehe saatnya beraksi...” Ucap Boy sambil mengeluarkan bola kristal dari cincin penyimpanannya.
“Waw! Lo belajar sulap yah Boy?” Lucky terkejut melihatnya.
“Open The Gate...” Boy membuka gerbang menuju The Crystal World. Lalu pasukan boneka milik Avriel keluar melalui gerbang itu dan memindahkan para berandalan ke dalam dunia kristal yang di jaga oleh Divisi Keamanan dan Pertahanan Black Dragon.
“Eeeeehhh! Apa-apaan ini? Boneka-boneka ini benar-benar hidup?” Mata Lucky terbelalak melihat para monster boneka keluar dari lingkaran misterius yang muncul setelah Boy mengucapkan sesuatu.
“Gob gobu!” Di saat yang sama Gobi pun muncul dan menyapa sohibnya Lucky.
“Gobi! Kk kau...?! Bba bagaimana bisa kau...” Lucky kebingungan dengan kejadian ini, tapi apa pun itu ini benar-benar nyata.
“Hahahaha banyak hal yang terjadi Ky. Sekarang Gobi aku tempatkan di dunia lain dan para monster boneka merupakan bagian dari pasukan ku.” Ucap Boy sambil memegang pundak Lucky yang gemetar dan kebingungan.
“Sepulang sekolah lo harus menceritakan semuanya Boy.”
“Hahahaha baiklah.”
“Lalu mau lo apain para berandalan ini Boy?”
“Hmm... gue cuman ingin mengajak mereka bermain dengan kawan-kawan ku di dunia bola kristal ini hehehe.”
Semua anak-anak berandalan sekolah ini sudah dipindahkan oleh para monster boneka. Lalu Boy mengubah suasana di dunia kristal dari siang hari menjadi malam hari.
“Selanjutnya, kuserahkan mereka padamu Gobi dan Avriel. Bersenang-senanglah dengan mereka hehehe.” Ucap Boy kepada Gobi untuk menjalankan rencana yang sudah ia buat sebelumnya.
“Gobu!” Sahut Gobi. Lalu gerbang pun ditutup.
“Sekarang, kita menjalani masa sekolah kita dengan tengan Ky hahaha.” Kata Boy yang sudah memindahkan anak-anak yang meresahkan sekolah ini.
Lalu mereka pun meninggalkan gudang ini yang sudah kosong yang tidak lama kemudian para siswa cupu memasuki gudang ini sambil membawa berbagai makanan, minuman bahkan rokok tapi mereka tidak menemukan siapapun di dalam gudang.
“Pada kemana preman-preman itu?”