Ternyata tidak hanya para monster laba-laba saja, namun juga…
“Fren.. ken… aku juga.. siap memberikan sumpah setiaku padamu Tuan Boy.” Frenkenstein berlutut dan menunjukkan sikap hormat di hadapan Boy.
“Nyawh! Frenkenstein juga!?” Luna terkejut melihat monster-monster yang bekerjasama dengannya ingin melakukan sumpah setia pada Boy.
“Gyahahaha sudah ku duga kalian telah melihat kehebatan master kami ini dan mau bergabung dengan kami juga!” Ucap Axel yang menyambut dengan bahagia melihat akan bertambah koleganya menjadi bawahan anak remaja yang bisa menggunakan berbagai kekuatan super itu.
“O’hohoho sungguh luar biasa jika para monster laba-laba putih dan kami para monster undead O’ bisa bersatu bersama-sama melayani Tuan yang sama.” Ucap Jack O Lantern.
Melihat aksi para monster yang bersikap penuh hormat dan tunduk padanya membuat Boy berpikir keras, dia masih muda berusia 17 tahun yang entah kenapa bisa mendapatkan aplikasi kekuatan super dan terdampar di dunia fantasi yang dipenuhi dengan monster ini.
Untungnya saat ini dia mempunyai status kecerdasan yang tinggi sehingga bisa berpikir dengan cepat dan mendapatkan pencerahan dari administrator yang memberikan sebuah petunjuk di layar transparan.
“Hmm... kalau aku sih sepertinya tidak masalah. Karena sebelumnya tiba-tiba Axel dan para bawahannya tiba-tiba bersumpah setia padaku. Tapi tentunya ini ada syaratnya dan tidak gratis.” Boy teringat karena selama ini dia hanya memiliki satu teman yang setia dan dia adalah Lucky, selama disini dia hanya ditemani oleh Gobi, jadi rasanya timbul perasaan senang ketika ada seseorang yang menghormatinya bahkan bersumpah setia padanya. Namun Boy pun memikirkan sebuah persyaratan bagi siapapun yang bersumpah setia padanya.
“Apa pun itu Master Boy, kami akan memenuhi syarat itu gumo.” Kata Jorogumo yang siap menerima persyaratan apapun dari Boy bahkan jika itu harus mempertaruhkan nyawanya.
“Fren.. ken.. suatu kehormatan bisa melayanimu Master Boy.” Begitu juga dengan Frenkenstein siap menerima syarat apapun dari anak remaja yang cerdas ini.
Serentak para monster laba-laba putih dan Frenkenstein menunduk bertekuk lutut untuk melakukan sumpah setia.
“Huwahahaha kehidupan di dunia ini jadi semakin menarik.” Boy tertawa melihat para monster ini siap menerima syarat apapun darinya.
“Hmm.. Hai! Kucing hitam Luna dan.. kau! Putri ke enam Raja Iblis Avriel. Bagaimana kalau kalian juga bersumpah setia kepadaku?!” Boy melirik ke arah Luna dan Avriel dan menawarkan mereka untuk bersumpah setia juga padanya.
“Nyawh?! Apa maksudmu nyawh?” Luna terkejut mendengar penawaran Boy.
“Hah!? Kenapa aku harus bersumpah setia pada bocah sepertimu?!” Pekik Avriel mendengarnya.
“Huwahahaha jika kalian mau bersumpah setia padaku , aku akan menghancurkan kutukan yang menimpa pada diri kalian.” Lanjut Boy menawarkan sesuatu yang diinginkan oleh Luna dan Avriel.
Luna dan Avriel terkejut mendengarnya, mereka heran bagaimana Boy bisa mengetahui kalau diri mereka memiliki kutukan yang menimpanya.
“Yah! Aku akan menghancurkan kutukan aura keputusasaan yang ada pada dirimu Avriel. Sehingga kau bisa bebas dari belenggu hitam yang membuatmu sulit untuk berinteraksi dan keluar dari pulau ini tanpa khawatir orang lain akan menjauhimu .” Boy menjelaskan.
“Apa?!” Avriel terkejut mendengarnya, Boy bisa mengetahui kutukannya dengan detail. Walaupun sebenarnya Boy mendapatkan informasi ini dari hasil analisa administrator yang sejak tadi melakukan pemindaian data status pada setiap monster yang berada disekitar Boy.
“Dan kau Luna! Aku akan menghilangkan kutukan iblis Lynx si kucing hitam yang merubahmu menjadi binatang, aku akan mengembalikanmu ke tubuh manusia.” Ungkap Boy.
“Ny.. Nyawh! Bagaimana kau bisa tahu kalau aku sebenarnya seorang manusia nyawh?!”
“Ll.. Luna! Ka.. kau.. sebenarnya seorang manusia?” Fay terkejut mendengarnya karena sejak kecil dirawat oleh kucing hitam ini yang ternyata sebenarnya adalah manusia.
Suasana penuh kejutan pun kembali menaungi perkumpulan ini.
“Tentu saja aku mengetahuinya berkat analisa administrator yang sedari tadi mengamati makhluk-makhluk yang ada disini. Dan tampaknya aku telah menemukan tujuan baru yang ingin aku lakukan di kehidupanku yang baru ini.” Gumam Boy.
Semakin banyak orang-orang yang kompeten berada di dalam naunganku, tentunya ini akan membawa keuntungan bagiku kedepannya.
Apalagi setelah mengalahkan salah satu peliharaan Raja Iblis dan menghancurkan pulau ini juga membebaskan para zombie dari kutukannya otomatis aku berada dalam pengawasannya dan mengibarkan bendera perang pada Raja Iblis. Oleh karena itu, aku harus membangun kekuatan untuk bertahan hidup.
“Bagaimana? Aku pastikan ini akan menjadi kesepakatan yang saling menguntungkan bagi kita semua. Dan kita bisa saling bekerjasama, saling bahu membahu dan saling melindungi jika kita berada dalam payung yang sama dalam mengarungi kehidupan ini.”
Mendengarkan hal ini para monster pun memberikan responnya..
Mereka pun secara serentak…