*HUTAN CAMAZOTZ PULAU KELELAWAR*
Para monster yang ada disini langsung memberikan responnya terhadap perkataan Boy.
“Gyahahaha! Aku Kapten Axel dan para bawahanku para monster undead siap melayani Anda Tuanku!” Axel berlutut layaknya seorang ksatria di hadapan sang raja dengan tangan yang dikepalkan menyentuh tanah dan tindakannya ini di ikuti oleh seluruh bawahannya.
“Gumo! Kami juga para Monster Laba-laba Putih siap memberikan yang terbaik kepada Anda Tuanku!” Jorogumo dan seluruh monster laba-laba putih menundukkan kepala mereka di hadapan Boy.
“Fren.. ken.. Walaupun aku ini memiliki banyak kekurangan tapi aku akan berusaha untuk menjadi hamba yang terbaik bagimu Tuanku!” Frenkenstein turut mengucapkan sumpah setia pada anak remaja ini.
Luna dan Avriel terdiam melihat respon para monster yang sudah siap memberikan sumpah setia kepada Boy.
Mereka merenungkan penawarannya dimana impian mereka untuk mendapatkan kebebasan dari kutukan yang mengganggu kehidupan mereka selama ini bisa mereka raih dengan melakukan sumpah setia kepada bocah kecil dihadapannya yang memiliki kekuatan yang luar biasa.
“Dasar! Kau bocah! Kau sungguh kurang ajar! Bisa-bisanya membuatku Sang Putri Raja Iblis penguasa Istana Sayap Barat merasakan hal seperti ini!” Bentak Avriel kesal dengan dilema yang tengah dialaminya saat ini.
“Gyahahaha! Bukankah istanamu sudah hancur akibat kebangkitan Salazar?!” Sergah Axel.
Melihat realita dan ketika harapan untuk mendapatkan kebebasan ada dihadapan matanya.
“Uuuggh.. Baiklah..!!” Putri Avriel pun bertekuk lutut dihadapan Boy menunjukkan kesediaannya bersumpah setia pada anak manusia ini.
“Aku Putri ke enam Sang Raja Iblis Beelzebub! Avriel Azazil, menyatakan melepaskan diri dari ikatan keluarga Raja Iblis dan bersumpah setia kepada bocah kecil ini yang menjadi tuan baruku, Boy Bima Sakti!” Avriel akhirnya mendeklarasikan dirinya sebagai bawahan Boy.
Mendengarkan pernyataan ini, serentak para monster boneka yang menjadi bawahan Putri Avriel pun turut bertekuk lutut dan menyatakan sumpah setia mereka kepada Boy.
Sedangkan Axel dan para monster lainnya bergeming mengetahui orang terkuat turut bergabung dalam kelompok ini maka dapat dipastikan kelompok ini akan menjadi kelompok yang besar dan akan berpengaruh di masa depan.
Di sisi lain Luna melihat kejadian ini. Dan perlahan-lahan dengan tatapan mendalam dia melihat Fay, yang selama ini dia asuh sejak kecil.
“Lunaa… kk kenapa kau menatapku seperti itu?” Fay merasa heran dan khawatir dengan tatapan Luna yang mendalam terhadapnya.
Lalu perlahan-lahan dia melihat Boy yang ada dihadapannya.
“Nyaawwwh.. bocah, apakah kau benar-benar bisa menghilangkan kutukan ini? Yang bahkan aku sudah belasan tahun mencoba dan mencari-cari cara untuk terlepas dari kutukan ini.” Tanya Luna untuk memastikan apakah Boy mampu menghilangkan kutukan yang selama ini membelenggunya.
“Iyah, salah satu skill ku mampu melepaskan rantai kutukan yang membelenggu dirimu selama ini. Kau sudah cukup bersabar selama ini Luna.” Jawab Boy dengan yakin.
Dengan mata yang berkaca-kaca dan seakan-akan hari ini adalah hari yang penuh keajaiban baginya. Perlahan-lahan Luna mendekati Fay.
“Luna… ada apa denganmu?” Tanya Fay semakin penasaran dengan sikap kucing pengasuhnya ini.
Dengan terbata-bata dan air matanya hampir tumpah, Luna pun bekata:
“Fay… A… Anak.. ku.” Ucap Luna dengan lirih.
“Luna! Apa maksudmu?! Bukankah aku ini anak yatim piatu yang kau pungut waktu ku kecil aree?!” Fay pun terkejut mendengarnya.
Luna pun berbalik menghadap Boy, ia pun mulai menunduk dan bertekuk lutut dihadapannya.
“Aku.. nyawh Luna Ciel Merlyn… Seorang Alchemist dari Vicktoria City… dan juga merupakan kucing penyihir independent… Dengan ini bersumpah setia kepada Tuanku Boy Bima Sakti dan siap melayani Anda Tuanku nyawh.” Kata Luna dengan menundukkan kepalanya menunjukkan rasa hormat kepada Boy.
Dengan senyumannya Boy pun menyambut pernyataan sumpah setia dari para monster yang berada disekelilingnya.
“Magic of Oath Of Allegiance, Segel Kesetiaan.. Activated!”