Sihir pengikat sumpah setia pun diaktifkan, cahaya menyinari para monster yang melakukan sumpah setia kepada Boy. Simbol Naga Hitam Perisai dan Pedang pun terukir di tubuh mereka sebagai tanda kesetiaan mereka kepada Tuan barunya.
Boy pun menatap Luna dan Avriel sambil merapalkan mantra:
“Greater magic anti-curse activated!” Cahaya sihir penghilang kutukan pun menyelimuti Luna dan Avriel dan akhirnya mereka pun terbebas dari kutukan yang membuat hidup mereka menderita selama ini. Sihir ini dapat diaktifkan dengan syarat segel sihir kesetiaan sudah tertanam di dalam jiwa mereka.
Luna dan Avriel merasa sebuah beban berat dalam diri mereka perlahan keluar dan meringankan diri mereka, gelembung-gelembung cahaya keemasan menyelimuti mereka dan mulai menyerap energy gelap yang bersemayam dalam jiwa mereka dalam jangka waktu yang cukup lama dan membuat mereka tidak merasakan kebebasan.
“Huwahahaha~ Selamat datang wahai seluruh anggota keluarga baru ku di dunia ini!” Seru Boy dengan penuh semangat, sebenarnya sifat asli Boy adalah seorang pribadi yang tenang dan kalem, namun entah kenapa sejak menjadi seorang aplikator sifat penuh semangat dan percaya diri ini mulai tumbuh dari dalam dirinya.
“YEEEEEAAAAAAHHHH!!!” Para bawahannya bersorak-sorai menyambut tuan barunya ini.
[Peringatan! Seluruh energi telah terkuras habis! Peringatan!]
Perlahan-lahan tubuh Boy yang mulai terlunglai lemas, lalu ia pun terjatuh dan mulai tak sadarkan diri.
“Tuan!”
“Master!”
“Sadarlah!”
“Gob gobu!”
Di sisi lain, tubuh kucing Luna perlahan-lahan tumbuh dan membentuk seorang wanita yang dewasa yang diselimuti cahaya keemasan. Fay yang melihat kejadian ini terdiam terkesima melihat perubahan kucing hitam yang telah mengasuhnya sejak bayi.
*14 TAHUN YANG LALU DI VICKTORIA CITY*
“Hei say saaayy~ bangun sayaang..” Seorang wanita berkacamata dengan warna rambut biru gelap berusaha membangunkan suaminya.
“Eeeh Ciel~ memangnya sudah jam berapa sekarang?” Sahut sang suami yang masih dalam keadaan setengah sadar karena baru bangun dari tidurnya.
“Ini sudah pagi saayy~ kau harus segera bangun, lihat anakmu yang memperhatikanmu sedari tadi.”
“Oooohh Faaayy~ bayi mungilku, kau juga mencoba membangunkan Ayah kah?!”
Sepuluh menit kemudian...
“Tok Tok Tok Tok!” Seseorang mengetuk pintu rumah mereka.
“Professor! Professor Snape! Apakah kau ada di dalam?!” Seru seorang anak muda berusia dua puluh tahunan yang mengenakan kacamata bulat di kepalanya.
“Aaah Harry, pagi-pagi begini kau sudah datang?” Professor Snape membukakan pintu rumahnya.
“Ah iyah professor, aku sudah memecahkan enkripsi segel untuk membuka Buku Kuno yang kita teliti itu prof.” Ucap Harry yang merupakan salah satu mahasiswa dan asisten Snape di akademi sihir kerajaan.
“Oh yah?! Jenius! Kau telah melampaui 10 miliar persen dari potensimu sehingga mampu memecahkan pola rumit itu. Ayo kita ke lab untuk mengaplikasikan apa yang kau temukan itu.” Ucap Snape memuji asisten terbaiknya itu.
Dari belakang mereka tiba-tiba Ciel Merlyn menjitak Prof Snape dan Harry Proter dengan raut wajah yang kesal.”
“Hey! Ini masih pagi kalian sudah ngebahas pekerjaan kalian! Ayah kau belum cuci muka dan gosok gigi! Dan kau Harry Pro! Sebaiknya kau ikut sarapan dulu bersama kami!” Sergah Ciel menjewer duo pencinta sains sihir itu dan menarik mereka ke ruang makan.
“Ah iyah istriku… baiklah baiklah”
“Baik Nyonya Ciel, maafkan aku…”
Dengan tubuh yang bergetar Prof Snape dan Harry menuruti perintah Ciel Merlyn, mereka menunjukkan adanya trauma jika Ciel sudah mulai marah.