Tiga Puluh Lima

634 Kata
 *LABORATORIUM PROFESSOR SNAPE* Sebuah buku sihir kuno yang tersegel dengan berbagai simbol-simbol sihir enkripsi yang menyelimutinya tersimpan rapi di atas meja penelitian khusus dan tertutup oleh kotak sihir pertahanan transparan. Nampaknya buku sihir kuno ini menyimpan energi yang berbahaya dan akan berakibat fatal jika di buka dengan sembarangan. “Baiklah Harry, aku mau melihat hasil analisamu mengenai segel enkripsi buku kuno ini.” “Oh iyah tentu saja prof, hasil analisaku sudah aku tuliskan di dalam gulungan enkripsi ini.” Harry pun memberikan gulungan hasil analisanya kepada Professor Snape. Professor Snape mempelajari hasil analisa asistennya Harry dengan penuh ketelitian. Dengan daya konsentrasi yang tinggi ia pun mensimulasikan kode enkripsi ini untuk diaplikasikan ke dalam segel sihir buku kuno yang tengah tersimpan di atas mejanya. “Wow! Ini 10 miliar persen sempurna Harry! Kalau begitu mari kita coba langsung praktekan untuk membuka buku kuno ini tah.” “Be.. benarkah prof?! Baiklah prof, aku akan mempersiapkan diri menggunakan sihir pelindung untuk mengantisipasi hal-hal yang bisa terjadi dalam proses pembukaan segel sihir ini saa.” Ucap Harry sambil mengeluarkan tongkat sihirnya dan bersiap mengeluarkan sihir pelindung yang mengitari ruang laboratorium ini. Mereka berdua pun bersiap-siap membuka Buku sihir Kuno yang berisikan rahasia-rahasia sihir kuno, monster kuno dan berbagai sejarah penting didalamnya. Professor Snape tepat berada di depan buku itu dan telah berancang-ancang membuka segel sihir yang menyelimutinya. Sedangkan Harry berada disampingnya dan mulai merapalkan mantra sihir pelindung untuk mengantisipasi masalah yang akan terjadi. “Harry, segera aktifkan sihir mu!” “Oke prof… Box of Prison, Magic Resistance, Spiritual Attack Resistance, Activated!” Sebuah kotak sihir pelindung menutupi buku kuno sihir dan cahaya sihir pelindung menyelimuti mereka berdua. “Baiklah, sekarang giliran ku… Magic Seal Encryption, activated! Key Codes Encryption, Open Now!” Professor Snape pun mulai merapalkan sihir enkripsinya. Tiba-tiba simbol-simbol segel sihir keluar dari buku kuno itu dan cahayanya mengelilingi seluruh ruang laboratorium. Professor Snape mulai melakukan teknik pengkodean sihir dan menyesuaikan alur kodenya dengan simbol-simbol yang ada. Sedangkan asistennya Harry tetap berkonsentrasi untuk memperkuat sihir pelindungnya. “Klik..” Suara segel buku kuno terbuka. Perlahan-lahan buku sihir kuno itu pun terbuka. “Professor! Liat itu?! Tampaknya kita berhasil.” “Hahaha~ tinggal sedikit lagi!” Mereka berdua terlihat senang dengan hasil penelitian mereka dan keberhasilan mereka membuka sihir kuno. Namun... Pintu laboratorium tidak di tutup dengan rapat dan hanya dengan sedikit dorongan Fay yang baru berusia dua tahun memasuki ruang laboratorium ayahnya. “Papapapa~ dadadada~”   “EEEEEEEEEHHHH!!!” Professor Snape dan Harry terkejut melihat Fay yang sedang merangkak mengarah ke meja buku sihir kuno. Sedangkan Fay mungil nampak terkesan dengan warna-warni cahaya sihir di dalam laboratorium ini. “SAYAAANGG! FAY MASUK KE LAB! INI BERBAHAYA TOLONG BAWA DIA KELUAR!” Teriak Professor Snape menyeru istrinya untuk mengeluarkan Fay dari laboratoriumnya. Ciel pun terkejut mendengar teriakan suaminya dan bergegas ke laboratorium untuk membawa Fay yang masuk ke dalam sana. Namun disaat yang bersamaan Professor Snape kehilangan konsentrasi sehingga kode-kode sihir enkripsinya mulai carut-marut dan hal ini menimbulkan getaran tinggi di dalam ruangan. “Ini gawat professor!! Tekanan energi sihirnya jadi semakin kuat…” Tiba-tiba energi gelap keluar dari buku sihir kuno itu dan secara perlahan-lahan membentuk monster Lynx yang nampak seperti kucing bertubuh manusia yang kekar dia pun dengan tegap berdiri di atas buku kuno tersebut. “A.. aa.. apa itu?!” Monster Lynx itu pun menatap tajam Professor Snape dan mulai menariknya ke dalam buku. Melihat tubuh Profesor yang mulai tertarik, Harry pun mencoba menahan tubuhnya. Di sisi lain Ciel melompat ke arah Fay dan memeluknya dengan erat agar tidak ikut terseret ke dalam tarikan energi yang sangat kuat itu. “Siaaalll! Harry! Kau fokus saja untuk menyegel kembali buku sihi kuno ini tah~! Lepaskan aku!” “Ta..tapi professor saa! Kalau aku melepaskanmu sekarang kau a…”
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN